Halo sahabat selamat datang di website seputarsocketio.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Tutorial Belajar Java Part 27: Jenis-jenis Operator Bitwise Bahasa Java oleh - seputarsocketio.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Melanjutkan pembahasan tentang operator bahasa Java, dalam tutorial ini kita akan mempelajari Pengertian dan Jenis-jenis Operator Bitwise dalam bahasa pemrograman Java.


Pengertian Operator Bitwise dalam Bahasa Java

Bitwise adalah operator khusus untuk menangani operasi logika bilangan biner dalam bentuk bit.

Bilangan biner sendiri merupakan jenis bilangan yang hanya terdiri dari 2 jenis angka, yakni 0 dan 1. Jika nilai asal yang dipakai bukan bilangan biner, akan dikonversi secara otomatis oleh compiler Java menjadi bilangan biner. Misalnya 7 desimal = 0111 dalam bilangan biner.

Dalam penerapannya, operator bitwise tidak terlalu sering dipakai, kecuali anda sedang membuat program yang harus memproses bit-bit komputer. Selain itu operator ini cukup rumit dan harus memiliki pemahaman tentang sistem bilangan biner. Dalam bahasan kali ini saya menganggap sudah paham beda antara bilangan biner (basis 2) dan bilangan desimal (basis 10).

Bahasa Java mendukung 6 jenis operator bitwise. Daftar lengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut:

Operator Nama Contoh Biner Hasil (biner) Hasil (desimal)
& AND 10 & 12 1010 & 1100 1000 8
| OR 10 | 12 1010 | 1100 1110 14
^ XOR 10 ^ 1 1010 ^ 1100 0110 6
~ NOT ~10  ~1010 0101 -11 (Two’s complement)
<< Left shift 10 << 1 1010 << 1 10100 20
>> Right shift 10 >> 1 1010 >> 1 101 5

Contoh Kode Program Operator Bitwise Bahasa Java

Berikut contoh kode program operator bitwise dalam bahasa Java:

class BelajarJava {    public static void main(String args[]){                int a = 181;      int b = 108;      int hasil;             hasil = a & b;      System.out.println("Hasil dari a & b : " + hasil );               hasil = a | b;      System.out.println("Hasil dari a | b : " + hasil );               hasil = a ^ b;      System.out.println("Hasil dari a ^ b : " + hasil );               hasil = ~a;      System.out.println("Hasil dari ~a : " + hasil );               hasil = a >> 1;      System.out.println("Hasil dari a >> 1 : " + hasil );               hasil = b << 2;      System.out.println("Hasil dari b << 2 : " + hasil );              }  }

Hasil kode program:

Hasil dari a & b : 36  Hasil dari a | b : 253  Hasil dari a ^ b : 217  Hasil dari ~a : -182  Hasil dari a >> 1 : 90  Hasil dari b << 2 : 432

Dalam contoh di atas saya mendefinisikan 2 variabel: a dan b. Kemudian memberikan nilai awal 181 dan 108. Jika di konversi ke dalam bentuk biner, keduanya berisi angka berikut:

a = 181 (desimal) = 10110101 (biner)   b = 108 (desimal) = 01101100 (biner)

Di baris 8 saya melakukan operasi & (AND) terhadap kedua variabel. Operasi bitwise “and” ini akan memproses bit per bit dari kedua variabel, jika kedua bit sama-sama 1, maka hasilnya juga 1, selain kondisi tersebut, nilai akhirnya adalah 0. Berikut perhitungan bitwise “and”:

a     = 10110101  b     = 01101100          --------  a & b = 00100100 = 36 (desimal)

Tampilan perintah System.out.println() di baris 9 memperlihatkan isinya sama dengan perhitungan kita, yakni 36 (dalam bentuk desimal).

Di baris 11 terdapat operasi | (OR), hasilnya akan bernilai 0 jika kedua bit bernilai 0, selain itu nilai bit akan di set menjadi 1. Berikut cara perhitungan bitwise “or”:

a     = 10110101  b     = 01101100          --------  a | b = 11111101 = 253 (desimal)

Di baris 14 terdapat operasi ^ (XOR), hasilnya akan bernilai 1 jika salah satu dari kedua variabel bernilai 1 (namun tidak keduanya). Atau dengan kata lain jika kedua bit berlainan, hasilnya 1 tapi kalau sama-sama 0 atau sama-sama 1, hasilnya 0.

Berikut cara perhitungan bitwise “xor”:

a       = 10110101  b       = 01101100            --------  $a ^ $b = 11011001 = 217 (desimal)

Di baris 17 saya membuat operasi ~ atau not, yang akan membalikkan nilai bit sebuah variabel dari 0 menjadi 1, dan 1 menjadi nol. Namun perhitungan bit not ini sedikit membingungkan karena jika kita hanya membalikkan seluruh bit saja, hasilnya tidak sesuai dengan apa yang dihitung oleh compiler Java:

a  = 10110101       --------  ~a = 01001010 = 74 (desimal) ==> salah ???

Dari hasil menjalankan program, dapat dilihat bahwa ~a = -182, dari manakah datangnya angka -182?

Ini berkaitan dengan cara compiler bahasa Java menyimpan angka biner (dan juga hampir semua bahasa pemrograman komputer modern). Angka biner di dalam bahasa Java disimpan dalam format “Two’s complement”. Penjelasan tentang “Two’s complement” ini cukup panjang, jika tertarik saya sudah membahasnya lengkap di buku Pascal Uncover, atau bisa ke Two’s complement Wikipedia.

Secara singkat, rumusnya adalah -a - 1, sehingga ~a = -181 - 1 = -182 (desimal)

Di baris 20 terdapat operator shift right “>>” dimana bahasa Java akan menggeser posisi bit dalam variabel a ke kanan sebanyak 1 tempat. Berikut proses yang terjadi:

a      = 10110101 = 181  a >> 1 =  1011010 = 90 (desimal)

Operator shift right menggeser nilai biner variabel a ke arah kanan, sehingga digit paling kanan akan dihapus. Operator shift right ini akan menghasilkan nilai asal / 2. Dalam contoh kita, hasilnya adalah 180/2 = 90 (dibulatkan). Setiap penggeseran 1 tempat ke kanan akan membagi 2 nilai asal.

Di baris 23 merupakan operator shift left “<<” dimana nilai variabel b akan digeser sebanyak 2 digit ke kiri. Berikut proses yang terjadi:

b       =   01101100 = 108  b << 1  =  011011000 = 216 (desimal)  b << 2  = 0110110000 = 432 (desimal)

Ketika hasil pergeseran ke kiri, digit paling kanan akan diisi angka 0. Setiap penggeseran 1 tempat ke kiri akan mengkali 2 nilai asal. Karena variabel b berisi desimal 108, maka hasil dari << 2 sama dengan 108 * 2 = 216, 216 * 2 = 432.


Dalam tutorial kali ini kita telah mempelajari operator bitwise dalam bahasa pemrograman Java. Pada prakteknya, operator bitwise tidak terlalu sering dipakai. Berikutnya akan masuk ke Operator Assignment atau Operator Penugasan bahasa Java.

Itulah tadi informasi dari slot online mengenai Tutorial Belajar Java Part 27: Jenis-jenis Operator Bitwise Bahasa Java oleh - seputarsocketio.xyz dan sekianlah artikel dari kami seputarsocketio.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Halo sahabat selamat datang di website seputarsocketio.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Tutorial Belajar Java Part 32: Percabangan Kondisi Switch Case Bahasa Java oleh - seputarsocketio.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Kondisi SWITCH CASE yang akan kita pelajari ini bisa dipandang sebagai alternatif penulisan dari kondisi logika IF ELSE IF pada tutorial Java sebelumnya. Namun tidak semua kondisi IF ELSE IF bisa dikonversi ke dalam bentuk SWITCH CASE, yang kita akan bahas dengan lebih detail.


Pengertian SWITCH CASE Bahasa Java

Kondisi SWITCH CASE adalah percabangan kode program dimana kita membandingkan isi sebuah variabel dengan beberapa nilai. Jika proses perbandingan tersebut menghasilkan true, maka block kode program akan di proses.

Kondisi SWITCH CASE terdiri dari 2 bagian, yakni perintah SWITCH dimana terdapat nama variabel yang akan diperiksa, serta 1 atau lebih perintah CASE untuk setiap nilai yang akan diperiksa.

Berikut format dasar penulisan kondisi SWITCH CASE dalam bahasa Java:

  switch (nama_variabel) {      case 'nilai_1':        // Kode program yang dijalankan jika nama_variabel == nilai_1        break;      case 'nilai_2':        // Kode program yang dijalankan jika nama_variabel == nilai_2        break;      case 'nilai_3':        // Kode program yang dijalankan jika nama_variabel == nilai_3        break;      ...      ...      default:         // Kode program yang dijalankan jika tidak ada kondisi yang terpenuhi    }

Di awal kode program, terdapat perintah SWITCH untuk menginput variabel yang akan diperiksa. Kemudian terdapat beberapa perintah CASE yang diikuti dengan sebuah nilai.

Jika isi dari nama_variabel sama dengan salah satu nilai ini, maka blok kode program akan dijalankan. Jika ternyata tidak ada kondisi CASE yang dipenuhi, blok default di baris paling bawah lah yang akan dijalankan.

Di dalam setiap block case, diakhiri dengan perintah break; agar struktur CASE langsung berhenti begitu kondisi terpenuhi. Mari langsung lihat contoh prakteknya.


Contoh Kode Program SWITCH CASE Bahasa Java

Dalam tutorial sebelumnya, terdapat kode program untuk menampilkan nilai dengan struktur IF ELSE IF. Kita akan coba konversi menjadi bentuk SWITCH CASE.

Sebelumnya, berikut kode menampilkan nilai dengan struktur IF ELSE IF:

import java.util.Scanner;     class BelajarJava {    public static void main(String args[]){             char nilai;      Scanner input = new Scanner(System.in);             System.out.print("Input Nilai Anda (A - E): ");      nilai = input.next().charAt(0);             if (nilai == 'A' ) {        System.out.println("Pertahankan!");      }      else if (nilai == 'B' ) {        System.out.println("Harus lebih baik lagi");      }      else if (nilai == 'C' ) {        System.out.println("Perbanyak belajar");      }      else if (nilai == 'D' ) {        System.out.println("Jangan keseringan main");      }      else if (nilai == 'E' ) {        System.out.println("Kebanyakan bolos...");      }      else {        System.out.println("Maaf, format nilai tidak sesuai");      }          }  }

Program yang sama bisa dikonversi ke dalam bentuk SWITCH CASE berikut ini:

import java.util.Scanner;    class BelajarJava {    public static void main(String args[]){            char nilai;      Scanner input = new Scanner(System.in);            System.out.print("Input Nilai Anda (A - E): ");      nilai = input.next().charAt(0);            switch (nilai) {        case 'A':          System.out.println("Pertahankan!");          break;        case 'B':          System.out.println("Harus lebih baik lagi");          break;        case 'C':          System.out.println("Perbanyak belajar");          break;        case 'D':          System.out.println("Jangan keseringan main");          break;        case 'E':          System.out.println("Kebanyakan bolos...");          break;        default:          System.out.println("Maaf, format nilai tidak sesuai");      }        }  }

Hasil kode program:

Input Nilai Anda (A - E): A  Pertahankan!    Input Nilai Anda (A - E): D  Jangan keseringan main    Input Nilai Anda (A - E): E  Kebanyakan bolos...    Input Nilai Anda (A - E): F  Maaf, format nilai tidak sesuai

Di baris 10 terdapat perintah untuk meminta user menginput salah satu huruf antara ‘A’ â€" ‘E’. Nilai huruf ini kemudian disimpan ke dalam variabel nilai yang sudah di set ber tipe data char.

Kondisi SWITCH CASE dimulai pada baris 12. Di sini terdapat perintah switch (nilai) yang artinya kita ingin memeriksa isi dari variabel nilai. Seluruh block SWITCH berada di dalam tanda kurung kurawal yang dimulai dari baris 12 sampai 30.

Di baris 13 terdapat perintah case ‘A’: Ini artinya jika variabel nilai berisi karakter ‘A‘, maka jalankan isi dari block CASE, yakni perintah System.out.println(“Pertahankan!”). Lalu terdapat perintah break di baris 15 agar struktur CASE lain tidak perlu di proses lagi.

Di baris 16 terdapat perintah CASE kedua, yakni case ‘B’:. Sama seperti sebelumnya, blok ini akan dijalankan jika variabel nilai berisi huruf ‘B‘. Demikian seterusnya sampai case ‘E’ : di baris 25.

Jika ternyata tidak ada nilai yang sesuai, maka block default di baris 28 yang akan di eksekusi.

Struktur SWITCH CASE ini terlihat lebih rapi daripada struktur IF ELSE IF, dan kadang kala bisa lebih efisien. Namun SWITCH CASE juga memiliki batasan, dimana tidak bisa dipakai untuk kondisi yang lebih kompleks seperti perbandingan dengan tanda lebih besar dari ” > “, maupun penggabungan kondisi.

Kita tidak bisa membuat struktur CASE seperti berikut:

// ini akan error  case > '90':    System.out.println("Pertahankan!");    break;

Kondisi perbandingan di atas hanya bisa ditulis menggunakan struktur IF.

Sehingga jika kondisi yang diperiksa cukup rumit, maka terpaksa harus menggunakan struktur IF ELSE IF. Struktur SWITCH CASE yang kita pelajari kali ini hanya cocok untuk operasi perbandingan sederhana, dimana nilai yang diperiksa hanya terdiri dari nilai yang tetap.


Dalam tutorial ini kita telah membahas pengertian dan cara penggunaan struktur SWITCH CASE dalam bahasa pemrograman Java. Selanjutnya akan disambung dengan struktur perulangan (loop), yang diawali dengan perulangan FOR.

 

Itulah tadi informasi dari daftar poker mengenai Tutorial Belajar Java Part 32: Percabangan Kondisi Switch Case Bahasa Java oleh - seputarsocketio.xyz dan sekianlah artikel dari kami seputarsocketio.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Halo sahabat selamat datang di website seputarsocketio.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Tutorial Belajar Java Part 31: Percabangan Kondisi IF ELSE IF Bahasa Java oleh - seputarsocketio.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Masih tentang kondisi percabangan kode program dengan perintah IF, kali ini akan kita bahas bentuk yang lebih kompleks, yakni kondisi IF ELSE IF. Struktur ini tidak lain terdiri dari gabungan beberapa kondisi IF ELSE yang saling bersambung.


Pengertian Kondisi IF ELSE IF Bahasa Java

Pada dasarnya, kondisi IF ELSE IF adalah sebuah struktur logika program yang di dapat dengan cara menyambung beberapa perintah IF ELSE menjadi sebuah kesatuan.

Jika kondisi pertama tidak terpenuhi atau bernilai false, maka kode program akan lanjut ke kondisi IF di bawahnya. Jika ternyata tidak juga terpenuhi, akan lanjut lagi ke kondisi IF di bawahnya lagi, dst hingga blok ELSE terakhir atau terdapat kondisi IF yang menghasilkan nilai true.

Berikut format dasar penulisan kondisi IF ELSE IF dalam bahasa Java:

if (condition_1) {    // Kode program yang dijalankan jika condition_1 berisi nilai True  }  else if (condition_2) {    // Kode program yang dijalankan jika condition_2 berisi nilai True  }  else if (condition_3) {     // Kode program yang dijalankan jika condition_3 berisi nilai True   }  else  {     // Kode program yang dijalankan jika semua kondisi tidak terpenuhi  }  

Mari kita lihat contoh prakteknya.


Contoh Kode Program Percabangan IF ELSE IF Java

Sebagai contoh pertama, saya ingin membuat kode program untuk menampilkan nilai. User diminta menginput sebuah huruf antara ‘A’ â€" ‘E’. Kemudian program akan menampilkan hasil yang berbeda-beda untuk setiap huruf, termasuk jika huruf tersebut di luar ‘A’ â€" ‘E’.

Berikut contoh kode programnya:

import java.util.Scanner;    class BelajarJava {    public static void main(String args[]){            char nilai;      Scanner input = new Scanner(System.in);            System.out.print("Input Nilai Anda (A - E): ");      nilai = input.next().charAt(0);            if (nilai == 'A' ) {        System.out.println("Pertahankan!");      }      else if (nilai == 'B' ) {        System.out.println("Harus lebih baik lagi");      }      else if (nilai == 'C' ) {        System.out.println("Perbanyak belajar");      }      else if (nilai == 'D' ) {        System.out.println("Jangan keseringan main");      }      else if (nilai == 'E' ) {        System.out.println("Kebanyakan bolos...");      }      else {        System.out.println("Maaf, format nilai tidak sesuai");      }         }  }

Hasil kode program:

Input Nilai Anda (A - E): A  Pertahankan!    Input Nilai Anda (A - E): D  Jangan keseringan main    Input Nilai Anda (A - E): E  Kebanyakan bolos...    Input Nilai Anda (A - E): F  Maaf, format nilai tidak sesuai

Di baris 6 saya mendefinisikan sebuah variabel nilai sebagai char. Variabel nilai ini kemudian dipakai untuk menampung input dari perintah input.next().charAt(0) di baris 10. Ini adalah proses input nilai char dalam bahasa Java.

Mulai dari baris 12 hingga 29, terdapat 5 kali pemeriksaan kondisi, yakni satu untuk setiap block IF ELSE. Dalam setiap kondisi, isi variabel nilai akan di diperiksa apakah berisi karakter ‘A’, ‘B’, hingga ‘E’. Jika salah satu kondisi terpenuhi, maka block kode program yang sesuai akan di eksekusi.

Jika ternyata nilai inputan bukan salah satu dari karakter ‘A’ â€" ‘E’, maka block ELSE di baris 28 lah yang akan dijalankan.

Setiap kondisi dari block IF ELSE IF bisa diisi dengan perbandingan yang lebih kompleks, seperti contoh berikut:

import java.util.Scanner;    class BelajarJava {    public static void main(String args[]){            byte nilai;      Scanner input = new Scanner(System.in);            System.out.print("Input Nilai Anda (0 - 100): ");      nilai = input.nextByte();            if (nilai >= 90 ) {        System.out.println("Pertahankan!");      }      else if (nilai >= 80 && nilai < 90) {        System.out.println("Harus lebih baik lagi");      }      else if (nilai >= 60 && nilai < 80) {        System.out.println("Perbanyak belajar");      }      else if (nilai >= 40 && nilai < 60) {        System.out.println("Jangan keseringan main");      }      else if (nilai < 40) {        System.out.println("Kebanyakan bolos...");      }      else {        System.out.println("Maaf, format nilai tidak sesuai");      }         }  }

Di sini saya memodifikasi sedikit kode program sebelumnya. Sekarang nilai inputan berupa angka antara 0 hingga 100.

Angka inputan ini ditampung ke dalam variabel nilai yang sekarang di set sebagai tipe data byte di baris 5. Tipe data byte adalah jenis terkecil dari tipe data angka bulat (integer) dalam bahasa Java, yakni bisa menampung antara -128 sampai dengan +127.

Di baris 12, variabel nilai di periksa apakah berisi angka yang lebih dari 90. Jika iya, tampilkan teks “Pertahankan!”.

Jika kondisi di baris 12 tidak terpenuhi (yang artinya isi variabel nilai kurang dari 90), maka kode program akan lanjut ke kondisi ELSE IF berikutnya di baris 15. Di sini saya menggabung dua buah kondisi pemeriksaan dengan operator logika && (operator AND). Kondisi if(nilai >= 80 && nilai < 90) hanya akan terpenuhi jika isi variabel nilai berada dalam rentang 80 sampai 89.

Ketika membuat kondisi perbandingan, kita harus hati-hati dengan penggunaan tanda, apakah ingin menggunakan tanda lebih besar saja (>) atau tanda lebih besar sama dengan (>=) karena bisa mempengaruhi hasil akhir.

Jika ternyata kondisi ini tidak dipenuhi juga (artinya isi variabel nilai kurang dari 80), program akan lanjut ke kondisi if(nilai >= 60 && nilai < 80) di baris 18, yakni apakah isi variabel nilai berada dalam rentang 60 â€" 79. Demikian seterusnya hingga kondisi terakhir if(nilai < 40) di baris 24.

Jika semua kondisi tidak terpenuhi, jalankan block ELSE di baris 27.

Berikut hasil percobaan dari kode program di atas:

Input Nilai Anda (0 - 100): 95  Pertahankan!    Input Nilai Anda (0 - 100): 60  Perbanyak belajar    Input Nilai Anda (0 - 100): 30  Kebanyakan bolos...

Yang cukup unik adalah, jika kita memberikan nilai di luar rentang 0 â€" 100, akan tetap ditangkap oleh kondisi IF di baris 10 atau di baris 22:

Input Nilai Anda (0 - 100): 120  Pertahankan!    Input Nilai Anda (0 - 100): -10  Kebanyakan bolos...

Ini terjadi karena nilai 120 tetap memenuhi syarat if (nilai >= 90), dan nilai -10 juga tetap memenuhi syarat if (nilai < 40). Silahkan anda modifikasi kode program di atas agar ketika diinput angka di luar dari rentang 0 â€" 100, tampil teks “Maaf, format nilai tidak sesuai”. Untuk hal ini kita cuma perlu mengubah / menambah 2 kondisi saja.

Namun jika diinput angka 200, yang akan tampil adalah pesan error berikut:

Exception in thread "main" java.util.InputMismatchException: Value out of range.   Value:"200" Radix:10          at java.base/java.util.Scanner.nextByte(Scanner.java:2008)          at java.base/java.util.Scanner.nextByte(Scanner.java:1956)          at BelajarJava.main(BelajarJava.java:10)

Ini terjadi karena angka 200 sudah berada di luar jangkauan tipe data byte. Solusi sederhana adalah dengan menukar tipe data byte dengan tipe data yang memiliki jangkauan lebih besar seperti int.

Atau idealnya, kita bisa buat kode tambahan untuk proses validasi. Terkait proses validasi inputan rencananya akan bahas dalam tutorial terpisah.


Dalam tutorial belajar Java kali ini kita telah membahas konsep struktur IF ELSE IF, yang tidak lain terdiri dari beberapa kondisi IF yang saling bersambung.

Berikutnya, akan dilanjutkan ke struktur kondisi SWITCH, yang dalam banyak hal merupakan alternatif penulisan dari kondisi IF ELSE IF yang baru saja kita pelajari.

Itulah tadi informasi dari agen poker online mengenai Tutorial Belajar Java Part 31: Percabangan Kondisi IF ELSE IF Bahasa Java oleh - seputarsocketio.xyz dan sekianlah artikel dari kami seputarsocketio.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Halo sahabat selamat datang di website seputarsocketio.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Tutorial Belajar Java Part 29: Percabangan Kondisi IF Bahasa Java oleh - seputarsocketio.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Setelah membahas tentang operator bahasa Java, dalam beberapa tutorial ke depan kita akan mempelajari struktur percabangan kode program dalam bahasa Java. Segmen materi ini dibuka dengan membahas bentuk percabangan yang paling sederhana, yakni kondisi IF.


Pengertian Kondisi IF bahasa Java

Dalam pembuatan program, ada saatnya kita butuh suatu percabangan, yakni jika sebuah kondisi terpenuhi, jalankan kode program ini, jika tidak jalankan kode program yang lain. Menggunakan bahasa Java, konsep tersebut dibuat menggunakan struktur IF dengan aturan penulisan sebagai berikut:

if (condition)  {    //Kode program yang akan dijalankan jika condition berisi nilai True  }

Bagian condition berperan sebagai penentu dari struktur percabangan. Jika condition terpenuhi (menghasilkan nilai boolean TRUE), blok kode program akan dijalankan. Jika condition tidak terpenuhi (menghasilkan nilai boolean FALSE), blok kode program tidak akan dijalankan.

Blok kode program yang di maksud adalah semua kode yang berada di antara tanda kurung kurawal “{” dan “}”. Condition biasanya terdiri dari operasi perbandingan, seperti apakah variabel a berisi angka 18, atau apakah variabel password berisi string ‘qwerty’.

Mari kita bahas dengan contoh kode program.


Contoh Kode Program Percabangan IF Bahasa Java

Sebagai contoh pertama saya akan buat kode program sederhana untuk melihat apakah sebuah angka lebih besar dari angka lain, lalu tampilkan hasilnya jika kondisi terpenuhi:

class BelajarJava {    public static void main(String args[]){               int a = 12;      int b = 10;           if (a > b) {        System.out.println("Nilai variabel a lebih besar dari variabel b");      }            }  }

Hasil kode program:

Nilai variabel a lebih besar dari variabel b

Di awal kode program saya mengisi variabel a dengan angka 12 serta variabel b dengan angka 10. Kemudian di baris 7 terdapat kondisi if (a > b), yakni apakah variabel a berisi angka yang lebih besar dari b? Apakah 12 lebih besar dari 10? betul (true), maka blok kode program akan dijalankan.

Kita juga bisa membuat struktur if beberapa kali tergantung kebutuhan seperti contoh berikut:

class BelajarJava {    public static void main(String args[]){               int a = 5;      int b = 10;           if (a > b) {        System.out.println("Nilai variabel a lebih besar dari variabel b");      }            if (a < b) {        System.out.println("Nilai variabel a lebih kecil dari variabel b");      }            if (a == b) {        System.out.println("Nilai variabel a sama dengan variabel b");      }            }  }

Hasil kode program:

Nilai variabel a lebih kecil dari variabel b

Kode program ini merupakan hasil modifikasi dari kode sebelumnya. Di sini saya membuat 3 buah kondisi, yakni if (a > b), if (a < b), serta if (a == b). Setiap kondisi if akan diperiksa dan jika operasi perbandingan menghasilkan nilai true, maka blok tersebut akan diproses. Silahkan coba ubah isi variabel a dan b untuk melihat blok kode program mana yang akan dijalankan.

Supaya lebih interaktif, saya akan modifikasi kode sebelumnya untuk meminta user menginput angka ke dalam variabel a dan b:

import java.util.Scanner;    class BelajarJava {    public static void main(String args[]){               int a, b;      Scanner input = new Scanner(System.in);            System.out.print("Input nilai variabel a: ");      a = input.nextInt();            System.out.print("Input nilai variabel b: ");      b = input.nextInt();               if (a > b) {        System.out.println("Nilai variabel a lebih besar dari variabel b");      }            if (a < b) {        System.out.println("Nilai variabel a lebih kecil dari variabel b");      }            if (a == b) {        System.out.println("Nilai variabel a sama dengan variabel b");      }            }  }

Contoh kode Java untuk logika if

Selain tambahan perintah input.nextInt() dan pembuatan Scanner object agar user bisa menginput angka, kode program kita masih sama seperti sebelumnya, yakni mencari variabel mana berisi angka yang lebih besar.

Contoh terakhir, mari buat kode program untuk menebak apakah sebuah angka merupakan bilangan genap atau bilangan ganjil:

import java.util.Scanner;    class BelajarJava {    public static void main(String args[]){            int a;      Scanner input = new Scanner(System.in);            System.out.print("Input sembarang angka: ");      a = input.nextInt();        if (a % 2 == 0) {        System.out.println(a + " adalah angka genap");      }      if (a % 2 == 1) {        System.out.println(a + " adalah angka ganjil");      }         }  }

Hasil kode program:

Input sembarang angka: 10  10 adalah angka genap     Input sembarang angka: 123  123 adalah angka ganjil    Input sembarang angka: 0  0 adalah angka genap

Sekarang kondisi yang diperiksa adalah if (a % 2 == 0) dan if (a % 2 == 1). Di dalam bahasa Java, tanda persen ( % ) adalah operator modulus yang dipakai untuk mencari sisa hasil bagi. Lebih lanjut tentang operator ini pernah kita bahas di Operator Aritmatika Bahasa Java.

Kondisi pertama, yakni if (a % 2 == 0) akan bernilai true jika variabel a habis dibagi 2. Ini artinya variabel a berisi angka genap.

Sedangkan kondisi kedua, yakni if (a % 2 == 1) akan bernilai true jika variabel a bersisa 1 pada saat dibagi 2. Ini artinya variabel a berisi angka ganjil.


Percabangan IF seperti ini sangat sering dipakai untuk memecahkan sebuah masalah. Berikutnya, akan di bahas tentang percabangan IF ELSE dalam bahasa Java.

Itulah tadi informasi dari agen sbobet mengenai Tutorial Belajar Java Part 29: Percabangan Kondisi IF Bahasa Java oleh - seputarsocketio.xyz dan sekianlah artikel dari kami seputarsocketio.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Halo sahabat selamat datang di website seputarsocketio.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Tutorial Belajar Java Part 28: Jenis-jenis Operator Assignment Bahasa Java oleh - seputarsocketio.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Dalam tutorial bahasa pemrograman Java di Duniailkom kali ini kita akan membahas Jenis-jenis Operator Assignment.


Pengertian Operator Assignment / Penugasan

Operator assignment adalah operator untuk memasukkan suatu nilai ke dalam variabel. Operator ini sebenarnya sudah sering kita pakai sepanjang tutorial bahasa Java di Duniailkom. Dalam bahasa Java, operator assignment menggunakan tanda sama dengan ( = ).

Pembacaan operasi assignment dilakukan dari kanan ke kiri, bukan dari kiri ke kanan seperti yang biasa kita pahami dalam matematika.

Kode berikut:

a = 1000;

Berarti “masukkan nilai 1000 ke dalam variabel a”. Dalam bahasa pseudo code (jika anda membaca buku tentang algoritma), ini biasa ditulis dengan simbol panah ke kiri:

a <- 1000

Operator assignment ini disebut juga sebagai Operator Penugasan.


Contoh Kode Program Operator Assignment Bahasa Java

Dalam prakteknya, operator assignment juga bisa dipakai bertingkat seperti contoh berikut:

class BelajarJava {    public static void main(String args[]){                int a, b, c, d, e;                a = 5;       b = 3;       b = b + 1;       c = a + b;       d = c + c + a;       e = (c + d)* a;             System.out.println("Isi variabel a: " + a );        System.out.println("Isi variabel b: " + b );        System.out.println("Isi variabel c: " + c );        System.out.println("Isi variabel d: " + d );        System.out.println("Isi variabel e: " + e );        }  }

Hasil kode program:

Isi variabel a: 5  Isi variabel b: 4  Isi variabel c: 9  Isi variabel d: 23  Isi variabel e: 160

Di awal kode program saya mendefinisikan 5 variabel, yakni a, b, c, d, dan e sebagai integer. Kemudian menginput angka 5 ke dalam variabel a (baris 6), dan angka 3 ke dalam variabel b (baris 7).

Di baris 8, perintah b = b + 1 mungkin bisa membuat bingung. Tapi intinya adalah, operator assignment di proses dari kanan ke kiri, jadi operasi tersebut bisa dibaca: “tambah isi variabel b dengan 1, lalu simpan kembali ke dalam variabel b”. Karena variabel b sudah berisi angka 3, maka hasil akhirnya variabel b akan bernilai 4.

Di baris 9, perintah c = a + b akan di proses sebagai c = 5 + 4, hasilnya c berisi angka 9.

Di baris 10, perintah d = c + c + a akan di proses sebagai d = 9 + 9 + 5, hasilnya c berisi angka 23.

Terakhir, di baris 11, perintah e = (c + d)* a akan di proses sebagai e = (9 + 23) * 5, hasilnya c berisi angka 160.


Operator Assignment Gabungan Bahasa Java

Operator assignment gabungan adalah cara penulisan singkat operator assignment yang digabung dengan dengan operator lain. Dalam bahasa Java (dan juga bahasa turunan C lain seperti C++, PHP, dan JavaScript), operator assignment gabungan ini terdiri dari operator assignment dengan operator lain seperti aritmatika dan bitwise.

Sebagai contoh, operasi a = a + 1 bisa disingkat (dan digabung) menjadi a += 1. Contoh lain operasi b >>= 1 adalah penulisan singkat dari b = b >> 1.

Tidak ada pengaruh apa-apa dari penulisan singkat seperti ini, anda boleh memilih penulisan yang panjang a = a + 1, atau di singkat menjadi a += 1.

Tabel berikut merangkum semua operator assignment dalam bahasa Java:

Operator Contoh Penjelasan
+= a += b a = a + b
-= a -= b a = a â€" b
*= a *= b a = a * b
/= a /= b a = a / b
%= a %= b a = a % b
&= a &= b a = a & b
|= a |= b a = a | b
^= a ^= b a = a ^ b
<<= a <<= b a = a << b
>>= a >>= b a = a >> b

Contoh Kode Program Operator Assignment Gabungan Bahasa Java

Berikut contoh praktek dari operator gabungan dalam bahasa Java:

class BelajarJava {    public static void main(String args[]){                int a = 10, b = 10, c = 10, d = 10, e = 10, f = 10;             System.out.println("Operator assignment gabungan bahasa Java");        System.out.println("========================================");       System.out.println("Variabel a, b, c, d, e, f = 10 \n");         a += 5;      System.out.println("Hasil operasi a += 5: "+ a);            b -= 3;      System.out.println("Hasil operasi b -= 3: "+ b);            c *= 3;      System.out.println("Hasil operasi c *= 3: "+ c);            d /= 3;      System.out.println("Hasil operasi d /= 3: "+ d);            e %= 3;      System.out.println("Hasil operasi e %%= 3: "+ e);            f <<= 2;      System.out.println("Hasil operasi f <<= 2: "+ f);            }  }

Hasil kode program:

Operator assignment gabungan bahasa Java  ========================================  Variabel a, b, c, d, e, f = 10  Hasil operasi a += 5: 15  Hasil operasi b -= 3: 7  Hasil operasi c *= 3: 30  Hasil operasi d /= 3: 3  Hasil operasi e %%= 3: 1  Hasil operasi f <<= 2: 40

Dalam kode program ini saya membuat 6 buah operator assignment gabungan. Variabel a, b, c, d, e, dan f semuanya diisi dengan nilai awal 10, kemudian di proses dengan berbagai operator assignment gabungan.


Tutorial operator assignment dan assignment gabungan kali ini menutup sesi tentang operator bahasa Java. Berikutnya kita akan masuk ke alur kondisi kode program yang diawali dengan Percabangan Kondisi IF Bahasa Java.

Itulah tadi informasi dari poker idn mengenai Tutorial Belajar Java Part 28: Jenis-jenis Operator Assignment Bahasa Java oleh - seputarsocketio.xyz dan sekianlah artikel dari kami seputarsocketio.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Halo sahabat selamat datang di website seputarsocketio.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Tutorial Belajar Java Part 27: Jenis-jenis Operator Bitwise Bahasa Java oleh - seputarsocketio.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Melanjutkan pembahasan tentang operator bahasa Java, dalam tutorial ini kita akan mempelajari Pengertian dan Jenis-jenis Operator Bitwise dalam bahasa pemrograman Java.


Pengertian Operator Bitwise dalam Bahasa Java

Bitwise adalah operator khusus untuk menangani operasi logika bilangan biner dalam bentuk bit.

Bilangan biner sendiri merupakan jenis bilangan yang hanya terdiri dari 2 jenis angka, yakni 0 dan 1. Jika nilai asal yang dipakai bukan bilangan biner, akan dikonversi secara otomatis oleh compiler Java menjadi bilangan biner. Misalnya 7 desimal = 0111 dalam bilangan biner.

Dalam penerapannya, operator bitwise tidak terlalu sering dipakai, kecuali anda sedang membuat program yang harus memproses bit-bit komputer. Selain itu operator ini cukup rumit dan harus memiliki pemahaman tentang sistem bilangan biner. Dalam bahasan kali ini saya menganggap sudah paham beda antara bilangan biner (basis 2) dan bilangan desimal (basis 10).

Bahasa Java mendukung 6 jenis operator bitwise. Daftar lengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut:

Operator Nama Contoh Biner Hasil (biner) Hasil (desimal)
& AND 10 & 12 1010 & 1100 1000 8
| OR 10 | 12 1010 | 1100 1110 14
^ XOR 10 ^ 1 1010 ^ 1100 0110 6
~ NOT ~10  ~1010 0101 -11 (Two’s complement)
<< Left shift 10 << 1 1010 << 1 10100 20
>> Right shift 10 >> 1 1010 >> 1 101 5

Contoh Kode Program Operator Bitwise Bahasa Java

Berikut contoh kode program operator bitwise dalam bahasa Java:

class BelajarJava {    public static void main(String args[]){                int a = 181;      int b = 108;      int hasil;             hasil = a & b;      System.out.println("Hasil dari a & b : " + hasil );               hasil = a | b;      System.out.println("Hasil dari a | b : " + hasil );               hasil = a ^ b;      System.out.println("Hasil dari a ^ b : " + hasil );               hasil = ~a;      System.out.println("Hasil dari ~a : " + hasil );               hasil = a >> 1;      System.out.println("Hasil dari a >> 1 : " + hasil );               hasil = b << 2;      System.out.println("Hasil dari b << 2 : " + hasil );              }  }

Hasil kode program:

Hasil dari a & b : 36  Hasil dari a | b : 253  Hasil dari a ^ b : 217  Hasil dari ~a : -182  Hasil dari a >> 1 : 90  Hasil dari b << 2 : 432

Dalam contoh di atas saya mendefinisikan 2 variabel: a dan b. Kemudian memberikan nilai awal 181 dan 108. Jika di konversi ke dalam bentuk biner, keduanya berisi angka berikut:

a = 181 (desimal) = 10110101 (biner)   b = 108 (desimal) = 01101100 (biner)

Di baris 8 saya melakukan operasi & (AND) terhadap kedua variabel. Operasi bitwise “and” ini akan memproses bit per bit dari kedua variabel, jika kedua bit sama-sama 1, maka hasilnya juga 1, selain kondisi tersebut, nilai akhirnya adalah 0. Berikut perhitungan bitwise “and”:

a     = 10110101  b     = 01101100          --------  a & b = 00100100 = 36 (desimal)

Tampilan perintah System.out.println() di baris 9 memperlihatkan isinya sama dengan perhitungan kita, yakni 36 (dalam bentuk desimal).

Di baris 11 terdapat operasi | (OR), hasilnya akan bernilai 0 jika kedua bit bernilai 0, selain itu nilai bit akan di set menjadi 1. Berikut cara perhitungan bitwise “or”:

a     = 10110101  b     = 01101100          --------  a | b = 11111101 = 253 (desimal)

Di baris 14 terdapat operasi ^ (XOR), hasilnya akan bernilai 1 jika salah satu dari kedua variabel bernilai 1 (namun tidak keduanya). Atau dengan kata lain jika kedua bit berlainan, hasilnya 1 tapi kalau sama-sama 0 atau sama-sama 1, hasilnya 0.

Berikut cara perhitungan bitwise “xor”:

a       = 10110101  b       = 01101100            --------  $a ^ $b = 11011001 = 217 (desimal)

Di baris 17 saya membuat operasi ~ atau not, yang akan membalikkan nilai bit sebuah variabel dari 0 menjadi 1, dan 1 menjadi nol. Namun perhitungan bit not ini sedikit membingungkan karena jika kita hanya membalikkan seluruh bit saja, hasilnya tidak sesuai dengan apa yang dihitung oleh compiler Java:

a  = 10110101       --------  ~a = 01001010 = 74 (desimal) ==> salah ???

Dari hasil menjalankan program, dapat dilihat bahwa ~a = -182, dari manakah datangnya angka -182?

Ini berkaitan dengan cara compiler bahasa Java menyimpan angka biner (dan juga hampir semua bahasa pemrograman komputer modern). Angka biner di dalam bahasa Java disimpan dalam format “Two’s complement”. Penjelasan tentang “Two’s complement” ini cukup panjang, jika tertarik saya sudah membahasnya lengkap di buku Pascal Uncover, atau bisa ke Two’s complement Wikipedia.

Secara singkat, rumusnya adalah -a - 1, sehingga ~a = -181 - 1 = -182 (desimal)

Di baris 20 terdapat operator shift right “>>” dimana bahasa Java akan menggeser posisi bit dalam variabel a ke kanan sebanyak 1 tempat. Berikut proses yang terjadi:

a      = 10110101 = 181  a >> 1 =  1011010 = 90 (desimal)

Operator shift right menggeser nilai biner variabel a ke arah kanan, sehingga digit paling kanan akan dihapus. Operator shift right ini akan menghasilkan nilai asal / 2. Dalam contoh kita, hasilnya adalah 180/2 = 90 (dibulatkan). Setiap penggeseran 1 tempat ke kanan akan membagi 2 nilai asal.

Di baris 23 merupakan operator shift left “<<” dimana nilai variabel b akan digeser sebanyak 2 digit ke kiri. Berikut proses yang terjadi:

b       =   01101100 = 108  b << 1  =  011011000 = 216 (desimal)  b << 2  = 0110110000 = 432 (desimal)

Ketika hasil pergeseran ke kiri, digit paling kanan akan diisi angka 0. Setiap penggeseran 1 tempat ke kiri akan mengkali 2 nilai asal. Karena variabel b berisi desimal 108, maka hasil dari << 2 sama dengan 108 * 2 = 216, 216 * 2 = 432.


Dalam tutorial kali ini kita telah mempelajari operator bitwise dalam bahasa pemrograman Java. Pada prakteknya, operator bitwise tidak terlalu sering dipakai. Berikutnya akan masuk ke Operator Assignment atau Operator Penugasan bahasa Java.

Itulah tadi informasi dari daftar idn poker mengenai Tutorial Belajar Java Part 27: Jenis-jenis Operator Bitwise Bahasa Java oleh - seputarsocketio.xyz dan sekianlah artikel dari kami seputarsocketio.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Halo sahabat selamat datang di website seputarsocketio.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Tutorial Belajar Java Part 26: Jenis-jenis Operator Logika Bahasa Java oleh - seputarsocketio.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Dalam tutorial belajar bahasa Java di duniailkom kali ini kita akan membahas Jenis-jenis Operator Logika. Operator logika ini sering juga disebut sebagai operator boolean.


Pengertian Operator Logika dalam Bahasa Java

Operator logika dipakai untuk menghasilkan nilai boolean true atau false dari 2 kondisi atau lebih. Tabel berikut merangkum hasil dari operator logika dalam bahasa Java:

Operator Nama Penjelasan Contoh
&& And Menghasilkan true jika kedua operand true true && false, hasilnya: false
|| Or Menghasilkan true jika salah satu operand true true || false, hasilnya: false
! Not Menghasilkan true jika operand false !false, hasilnya: true

Pada prakteknya, operator logika ini banyak dipakai untuk menggabungkan beberapa hasil operasi perbandingan (contohnya akan kita lihat sesaat lagi).

Catatan: operator OR menggunakan karakter pipe ” | “, bukan huruf L kecil. Karakter pipe ini bergabung dengan tombol “\” dan ditekan menggunakan tombol shift.


Contoh Kode Program Operator Logika Bahasa Java

Dalam bentuk paling sederhana, operator logika bisa diproses untuk boolean true dan false. Berikut contoh kode programnya:

class BelajarJava {    public static void main(String args[]){                boolean a = true;      boolean b = false;      boolean hasil;             hasil = a && a;      System.out.println("Hasil dari a && a : " + hasil );               hasil = a && b;      System.out.println("Hasil dari a && b : " + hasil );               hasil = a || b;      System.out.println("Hasil dari a || b : " + hasil );               hasil = b || b;      System.out.println("Hasil dari b || b : " + hasil );                hasil = !a;      System.out.println("Hasil dari !a : " + hasil );              hasil = !b;      System.out.println("Hasil dari !b : " + hasil );             }  }

Hasil kode program:

Hasil dari a && a : true  Hasil dari a && b : false  Hasil dari a || b : true  Hasil dari b || b : false  Hasil dari !a : false  Hasil dari !b : true

Rumus untuk menentukan hasil dari operator logika adalah sebagai berikut:

  • Operator && hanya akan menghasilkan true jika kedua operand bernilai true, selain itu hasilnya false.
  • Operator || hanya akan menghasilkan false jika kedua operand bernilai false, selain itu hasilnya true .
  • Operator ! Akan membalikkan logika, !false menjadi true, !true menjadi false.

Kita juga bisa menggabungkan lebih dari satu operasi seperti contoh berikut:

class BelajarJava {    public static void main(String args[]){                boolean hasil;             hasil = (false && true) || (true || false);      System.out.println("Hasil: " + hasil );               hasil = !false && (false || true);      System.out.println("Hasil: " + hasil );           hasil = ((true && true) || (true || false)) && !true;      System.out.println("Hasil: " + hasil );              }  }

Hasil kode program:

Hasil: true  Hasil: true  Hasil: false  

Untuk operasi seperti ini, akan diproses dari kiri ke kanan, kecuali ditemukan tanda kurung maka itulah yang akan diproses terlebih dahulu.

  • Di baris 7, operasi (false && true) || (true || false) akan diproses menjadi false || true, hasilnya 1.
  • Di baris 10, operasi !false && (false || true) akan diproses menjadi true && true, hasilnya 1.
  • Di baris 13, operasi ((true && true) || (true || false)) && !true akan diproses menjadi (true || true) && false, kemudian menjadi true && false, hasilnya false.

Nilai boolean true dan false ini biasanya di dapat dari hasil operasi perbandingan. Inilah praktek yang sering dibuat untuk operator logika seperti contoh berikut:

class BelajarJava {    public static void main(String args[]){                boolean hasil;             hasil = (5 > 4) && (10 > 9);      System.out.println("(5 > 4) && (10 > 9) : " + hasil );           hasil = (15 <= 15) && (15 < 15);      System.out.println("(15 <= 15) && (15 < 15) : " + hasil );          hasil = ('a' == 'a') || ('a' == 'b');      System.out.println("('a' == 'a') || ('a' == 'b') : " + hasil );          hasil = (10 > 7) && ("duniailkom" == "duniailkom");      System.out.print("(10 > 7) && (\"duniailkom\" == \"duniailkom\") : ");      System.out.println( hasil );                }  }

Contoh kode Java untuk operator logika

Berikut penjelasan dari operasi logika yang dijalankan:

  • Di baris 6, operasi (5 > 4) && (10 > 9) akan diproses menjadi true && true, hasilnya true.
  • Di baris 9, operasi (15 <= 15) && (15 < 15) akan diproses menjadi true && false, hasilnya false.
  • Di baris 12, operasi (‘a’== ‘a’) || (‘a’ == ‘b’) akan diproses menjadi true || false, hasilnya true.
  • Di baris 15, operasi (10 > 7) && (‘duniailkom’ == ‘duniailkom’) akan diproses menjadi true && true, hasilnya true.

Sama seperti operasi perbandingan, operasi logika ini akan banyak dipakai pada percabangan kode program, misalnya untuk bisa login seseorang harus memiliki username DAN password yang sesuai. Jika salah satu saja tidak terpenuhi, maka tidak bisa login.


Selanjutnya, kita akan lanjut ke akan Jenis-Jenis Operator Bitwise dalam bahasa Pemrograman Java.

Itulah tadi informasi dari agen sbobet mengenai Tutorial Belajar Java Part 26: Jenis-jenis Operator Logika Bahasa Java oleh - seputarsocketio.xyz dan sekianlah artikel dari kami seputarsocketio.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.